Menyadari dunia yang kau pijak bukanlah lagi tempat yang sama
Dengan pahit mengakui bahwa sekelilingmu adalah pemandangan yang berbeda
Lalu berbicara pada dirimu sendiri, bahwa semua terasa salah. Semua terasa tidak semestinya.
Lalu hatimu berbicara padamu, memberimu jawaban..
"Bumi yang kau pijak adalah sama. Begitu pula langit biru itu.Dunia yang mengelilinginmu adalah sama. Tak ada yang berubah dari ituTak ada yang salah dengan semua itu. Karena bukan mereka yang berubah. Melainkan dirimu"
Kamu akan merasa bingung. Tidak mengerti dengan kata hatimu sendiri, lalu hatimu melanjutkan berkata..
"Kau terlalu lama berpaling dariku. Mungkinkah ada yang kau takutkan hingga kau enggan menemuiku? Takut merasa sakit? takut menjadi orang yang khawatir? takut mengakui rasa bersalah?"
Kamu akan terhenyak dan mulai mencerna kata hatimu. Mulai mengingat-ingat tentang banyak cerita yang mengisi hidupmu. Ketika kau mulai berfikir, kau menjauhi hatimu agar kau lupa caranya merasa. Karena hanya dengan begitu kau merasa aman dari rasa sakit. Tapi kini kau merasa hilang. Dan sepi
Hatimu akan tersenyum hangat. Ia senang kamu kembali mengingatnya.
"Kembalilah padaku. Bicaralah denganku. Pandang dan hadapi dunia bersama-sama aku. Meski tidak manis selalu, tapi setidaknya kau tidak akan merasa menjadi orang palsu"
Kamu mungkin akan terdiam, tidak melakukan apapun.
Mungkin kamu akan kembali pada hatimu.
Mungkin kamu akan berjalan semakin menjauhinya.
.. Mungkin
Setidaknya peganglah satu hal ini:
Bahwa jika kamu telalu lama meninggalkan hatimu, mungkin ia akan menjadi sama bingung dan sepinya seperti kamu.

No comments:
Post a Comment