Angin berhembus pelan bagai musik yang menggerakkan daun-daun pepohonan di taman sore itu. Udara masih terasa lembab meski hujan sudah berhenti beberapa waktu yang lalu. Aroma tanah basah menyeruak mengusik penciumanku. Aroma yang selalu berhasil membangunkan rasa yang telah tertidur begitu lelap, begitu lama. Aroma kerinduan yang menggelitik ingatan meski aku tidak memintanya. Pada sebuah cerita di masa lalu. Pada kehangatan secangkir teh yang dinikmati bersama riuh suara hujan dan suara canda tawa yang sayup terdengar dari sebuah kamar.
Kupejamkan mata, lalu kuhirup dalam-dalam aroma kerinduan hingga memenuhi paru-paruku. Rasa nyeri meremas ulu hati ketika kenangan-kenangan itu berputar-putar dalam kepala. Seperti potongan potongan gambar yang muncul berganti gantian. Aku tak lagi melawan dengan menyangkal rasa yang sedang aku rasakan ini. Kubiarkan ia berpendar menyebar mengalir melalui setiap pembuluh darah ke seluruh tubuhku. Hatiku menghangat. Tubuhku terasa ringan.
~J

No comments:
Post a Comment