Seperti biasa, jam tiga sore para penghuni rumah melakukan rutinitas sehari-hari.
Sinta baru saja pulang dari sekolah. Baju putihnya ia ganti dengan kaos bergambar barong berwarna merah, sedangkan rok abu-abunya tetap ia pakai. Setelah
makan ia bermain main dengan Maya di kamar. Baru tiga puluh menit tapi tak kudengar lagi suara Sinta atau Maya. Hanya suara nafas yang berat dan teratur milik Sinta. Sinta sudah tertidur.
Sunar, sama saja. Kerjaannya cuma tidur saja. Rumah yang seharusnya Ia bersihkan dan rapikan tetap berantakan dan kotor. Baju kotor masih menggunung di depan kamar mandi. Di kursi panjang depan TV tubunya tengkurap. Kepalanya menghadap ke arah meja ruang tamu. Mulutnya merot terbuka terkena tekanan bantal. Liurnya menetes keluar dari mulut merotnya bersamaan dengan suara dengkuran yang mengalahkan suara TV.