Showing posts with label oase kompas. Show all posts
Showing posts with label oase kompas. Show all posts

Friday, May 16, 2025

Dompet Untuk Ibu

 Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berdetak kencang sekencang larinya. Di semak-semak pembatas jalan dan got akhirnya Ia menelusupkan tubuhnya untuk bersembunyi. Masih memegang dada dan sesuatu  dalam genggamannya
================================================================

Saturday, February 16, 2013

Cahaya Maya



Seperti biasa, jam tiga sore para penghuni rumah melakukan rutinitas sehari-hari.
Sinta baru saja pulang dari sekolah.  Baju putihnya ia ganti dengan kaos bergambar barong berwarna merah, sedangkan rok abu-abunya tetap ia pakai.  Setelah makan ia bermain main dengan Maya di kamar.  Baru tiga puluh menit tapi tak kudengar lagi suara Sinta atau Maya.  Hanya suara nafas yang berat dan teratur milik Sinta.  Sinta sudah tertidur.

Sunar, sama saja.  Kerjaannya cuma tidur saja.  Rumah yang seharusnya Ia bersihkan dan rapikan tetap berantakan dan kotor.  Baju kotor masih menggunung di depan kamar mandi.  Di kursi panjang depan TV tubunya tengkurap.  Kepalanya menghadap ke arah meja ruang tamu.  Mulutnya merot terbuka terkena tekanan bantal.  Liurnya menetes keluar dari mulut merotnya bersamaan dengan suara dengkuran yang mengalahkan suara TV.

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...