Tuesday, January 15, 2013

Menuju ujung itu



Tak satupun dari kami peduli dengan perbedaan ini.
Berlari menembus ilalang, lalu bertemu bibir hutan.
Kami  menari bersama dahan dan daun
Kami  bernyanyi bersama desir dan desau

Jalan yang kami lalui bukanlah jalan yang lurus dan mulus
sepatu kami.. pakaian kami… 
menipis dan terkoyak dimakan debu.. dan masa..
tidak satupun dari kami yang peduli dengan hal ini

Oh, dia mendekat.. Ujung itu mulai terlihat. 
hahahaha.. kami  saling menatap.. kami tertawa bersama
Oh, lihat matanya yang bersinar cerah.. lelakiku tertawa
Genggaman jemarinya kian erat..  pandangannya memeluk jiwa

Kami selangkah menuju ujung itu..
Debur ombak mulai terdengar..
Aroma pantai menyeruak bersama angin yang berhembus
Menyambut memeluk tubuh kami..

Kami terbebas dari.. hutan.. ilalang.. daratan..
Wahai laut.. sambutlah kami..


~J

sumber gambar dari sini

No comments:

Post a Comment

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...