Bagai keping terakhir dari puzzle rumit yang telah kutekuni selama sekian lama waktu. Aku tak mampu meletakkan keping tersebut, karena itu berarti aku “selesai” dengan puzzle itu. Tak mampu juga aku memporanda puzzle yang selangkah menuju sempurna lalu memulai lagi dari awal. Terlalu sayang. Itu sama saja aku kehilangan.
Sekian lama waktu bergulir. Sekian musim telah berganti. Keping terakhir itu masih hangat dalam
genggamanku. Keping berbentuk kurva tak
beraturan berwarna biru tua. Waktu telah
mengaburkan memoriku, aku tak lagi ingat gambar apa yang akan tercipta jika kepingan
puzzle tersusun sempurna. Keping
terakhir berwarna biru ini, apakah ia bagian dari laut? Langit? Dinding kamar? Sebuah balon? Ah, hatiku jadi bertanya-tanya.
Haruskah aku kembali pada puzzle
yang sekian lama kubiarkan tak “selesai”? akankah kumampu mengahadapinya?
~J

No comments:
Post a Comment