Sunday, January 27, 2013

Keping terakhir


Bagai keping terakhir dari puzzle rumit yang telah kutekuni selama sekian lama waktu. Aku tak mampu meletakkan keping tersebut, karena itu berarti aku “selesai” dengan puzzle itu.  Tak mampu juga aku memporanda puzzle yang selangkah menuju sempurna lalu memulai lagi dari awal.  Terlalu sayang.  Itu sama saja aku kehilangan.

Sekian lama waktu bergulir.  Sekian musim telah berganti.  Keping terakhir itu masih hangat dalam genggamanku.  Keping berbentuk kurva tak beraturan berwarna biru tua.  Waktu telah mengaburkan memoriku, aku tak lagi ingat gambar apa yang akan tercipta jika kepingan puzzle tersusun sempurna.  Keping terakhir berwarna biru ini, apakah ia bagian dari laut?  Langit? Dinding kamar? Sebuah balon?   Ah, hatiku jadi bertanya-tanya.

Haruskah aku kembali pada puzzle yang sekian lama kubiarkan tak “selesai”? akankah kumampu mengahadapinya? 



~J

No comments:

Post a Comment

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...