Friday, April 24, 2015

Karena



Aku harusnya tidur, tapi badanku menolak.  Aku masih ingin menulis, melampiaskan, mencurahkan apa yang tak terkatakan.  Betapa aku tak peduli dengan ketidak tahuanku tentang perasaanku sendiri.  Tentang ketidak tahuanku akan benar atau salahnya dengan perasaanku.  Aku tidak peduli meskipun aku tidak tau.  Aku pun tak tau, mengapa aku tak peduli.  Dan aku tidak hendak mencari tahu dan jadi kubiarkan saja rasa ini berkeliaran di hatiku. Menyelinap di setiap celah dan berdetak bersama jantungku.  Mengalir ke setiap nadi di setiap bagian tubuhku. 

Tak juga aku ingin memeliharanya.  Kupikir itu tak perlu, karena ia tumbuh begitu saja di sini.  Di dalam sini.  Di hatiku.  Setiap aku melihatmu.  Setiap aku mendengarmu.  Setiap aku membacamu.  Setiap kali aku mengingatmu. 

Ia tumbuh.. 
Makin dalam mengakar dalam hati.  Makin subur berkembang, menyebar ke seluruh tubuhku.

Aku tak mau tau dan aku tak peduli akan sebesar apa nanti.  Bahkan jika ia berada di setiap sel tubuhku, atau jika ia berada di setiap pori-pori kulitku.  Bahkan jika ia membesar hingga aku tak lagi dapat mengukurnya.

Satu yang terpenting, ia harus tetap tersimpan rapat di diriku.  Tak boleh bocor sedikipun. 

Karena aku tau, kemana dan bagaimana ia akan berakhir apabila kamu mengetahuinya.


~J




*akibatgagalnontonhealer..:(

No comments:

Post a Comment

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...