Pada akhirnya aku realize, bahwa dalam hatiku, aku telah mempercayai seseorang. Di hati dan pikiranku tersimpan hal-hal baik tentang orang tersebut, dan menurutku itu adalah benar. Namun kenyataannya, aku belum tentu cukup mampu untuk menunjukkan kepercayaan itu, karena yang aku lihat, orang tersebut belum mampu untuk mempercayaiku (Entah bagaimana dalam hatinya, aku tidak tahu.)
Hanya sebuah contoh kecil,..
Seseorang tidak harus berkoar-koar tentang dirinya, karena kadang dia mampu membuatku paham bahkan hanya dengan diam.
Seseorang tidak harus merengek, berkeluh kesah dan mengutuk harinya, karena kadang dia mampu membuatku mengerti, bahkan hanya dengan diam.
Tapi, ini bukan tentang
seberapa besar aku mengerti tentang diri seseorang.. melainkan tentang seberapa besar orang tersebut bisa percaya padaku. Sebesar apa hingga
dia mampu, at least, untuk mengatakan “Aku lelah”, padaku ketika dia memang sedang super duper amat sangat capek dengan harinya?
Tidakkah kau berfikir sama sepertiku, bahwa kepercayaan itu seperti cermin?
I'll get some coffee when we discuss about it later. ~.^

No comments:
Post a Comment