Seseorang berdiri di antara malaikat dalam hati dan iblis dalam kepala
Di atas sebuah area berwarna abu-abu, dipenuhi ragu.
Seseorang berdiri di antara benak yang takut dan tubuh yang sombong
Frustrasi bersenandung dalam nyanyian kemarahan.
Seseorang berdiri di antara timbunan ingin dan tumpukan batasan
kebebasan menari dalam gua yang terkunci kegelapan
seseorang yang mengantuk namun tertahan insomnia
dia tertawa dalam tangis. Menangis sambil tertawa.
Dia lalu diam. Menyerah pada sunyi yang damai mencekam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Dompet Untuk Ibu
Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...
-
Tentang konsekuensi atas sebuah pilihan dimana sesal adalah sesuatu yang akan menampar egomu sendiri. Hingga rasa itu akan mengendap, ...
-
Repost dari: Oase.kompas Seperti biasa, jam tiga sore para penghuni rumah melakukan rutinitas sehari-hari. Sinta baru saja pulang da...
-
Angin berhembus pelan bagai musik yang menggerakkan daun-daun pepohonan di taman sore itu. Udara masih terasa lembab meski hujan sud...
No comments:
Post a Comment