Saturday, January 25, 2014

Ketika kau tak di sisiku suatu hari nanti

 Ketika kau tak di sisiku suatu hari nanti

Mungkin aku akan merasa sedih jika suatu hari aku tak sengaja mendengar lagu yang biasa kita nyanyikan bersama.  Aku mungkin akan memasang muka melas dan meminta orang untuk mematikan sumber suara itu.  Atau sebaliknya aku akan memasang muka garang, dan menyuruh orang yang menyanyikannya untuk menutup mulutnya.  Lalu aku akan pergi menjauh dari situ.
Tapi kau tau, lagu itu tetap terdengar dalam kepalaku.

Mungkin aku akan merasakan getar pedih ketika melewati jalan yang pernah kita lewati bersama. Aku mungkin akan memacu kendaraanku dengan kecepatan tinggi agar segera melaluinya.  Atau aku mungkin akan berbalik dan memilih jalan lain.
Tapi kau tau, kenangan di jalan itu tetap berputar-putar dalam kepalaku.

Mungkin aku akan merasa cemburu pada rokok yang kau hisap, pada gitar yang kau petik, pada kopi yang kau sesap, pada udara yang kau hirup karena boleh berada di sekitarmu. Lalu aku akan menggerutu dan mengomeli diriku sendiri, karena berharap rokok yang kuhisap, gitar yang kupetik, kopi yang kusesap dan udara yang kuhirup adalah kamu.
Tapi kau tau, kau adalah segalanya bagiku.

Mungkin aku akan merasa seolah mau mati ketika nanti melihat seseorang yang lain berada di sisimu. Bahkan hanya sekedar membayangkannya saja membuatku mengepalkan tangan.  Kuharap Tuhan menahanku jika nanti aku akan berbuat bodoh, seperti menonjok muka orang lain itu, contohnya.  Ya! Tuhan akan menahanku, dan para malaikat akan berbisik padaku bahwa kau bahagia bersama orang itu.  Dan aku akan tersenyum pada kalian yang tidak melihatku.
Tapi kau tau, aku selalu menginkanmu

Mungkin aku akan marah pada ‘entah aku tak tau’, karena telah menciptakan jurang antara aku dan kamu.  Mungkin aku akan merasa uring-uringan selama beberapa waktu setiap kali mengingat betapa aku atau kamu tak mampu melewati jurang itu.  Tapi lalu aku akan merasa baik-baik saja sesudahnya dengan berfikir bahwa kau juga akan baik-baik saja.
Tapi kau tau, aku tak akan pernah baik-baik saja tanpamu.


Mungkin aku akan menangis ketika menemui saat-saat itu.
  
Ketika aku merindukanmu.  Ketika kau tak di sisiku.  Ketika kau jauh dariku.

Ketika saat itu adalah.. sekarang.


~J


                            



2 comments:

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...