Monday, March 18, 2013

Buku kita




Bukumu, yang kau bilang telah kau tutup rapat rapat sejak kau memutuskan untuk bersama denganku, entah mengapa hatiku selalu  berdesir ketika melihatnya.

Bukumu, terlihat tebal dengan sampul berwarna gelap.  Hatiku sering kali bertanya-tanya tentang apa warna dari lembar demi lembar yang terdapat pada buku tersebut. 
Apakah sebiru samudra? Ataukah kuning secerah matahari? 
Mungkinkah semerah planet-planet di antariksa raya? Ataukah hitam segelap malam?
Uh.. sepertinya yang muncul dibenakku adalah warna yang tak kukenal.. warna yang asing.

Bukumu, terdengar sangat sunyi.  Hatiku sering kali bertanya-tanya tentang bagaimana lembar demi lembar dari buku itu terdengar.  Lagu apa yang mengalun dari tiap Bab buku tersebut?
Apakah lagu yang sama dengan kini aku dengar bersamamu? Apakah lagu yang lebih indah? lebih sendu? apakah lagu yang lebih ceria? 
Uh.. Sepertinya yang terdengar olehku adalah lagu yang tak kukenal.. lagu yang asing

Sudah menjadi sifatku menjadi seorang yang selalu ingin tahu.  Sunggu sifat yang tak bagus, bukannya aku tak tahu.  Ah, andai kau tau bagaimana sulitnya mengabaikan rasa itu. Tapi kurasa aku berhasil untuk menahannya agar rasa itu hanya berdiam dalam hati saja. Tidak mencuat kemana-mana.  

Jadi aku mohon padamu, janganlah kau bawa-bawa terus buku itu.  Bicarakanlah denganku hingga mati rasa ingin tahuku. Atau.. jika kau tak mampu, simpan dengan baik dan letakkan dia pada tempatnya.  Kau kini memiliki buku baru denganku. Mari mengisinya bersama.  Mungkin tidak selalu berisi lukisan berwarna cerah dan merah muda, tapi aku yakin kita akan membuatnya menjadi sesuatu yang indah.  Mungkin tidak selalu teriringi dengan lagu-lagu roman penuh kata cinta, tapi aku yakin kita akan membuatnya terdengar indah.
Kau akan mengisinya dengan sesuatu yang baik.  Seperti hatimu.


~J


2 comments:

  1. What is this...???
    A Fish...
    you're talking about your fish
    Aigooh...speechless deh...

    ReplyDelete

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...