Saturday, February 9, 2013

I miss you


Hembusan angin itu seperti sebuah kebetulan, yang membuat halaman lama dari bukuku terbuka.  Hingga aku, mau tak mau, harus membacanya.

 Mataku menangkap hanya satu kata pada halaman itu, namun benakku begitu saja dipenuhi oleh ratusan cerita.  Tentang kasih polos, tulus dan begitu bernilai.  Begitu banyak musik yang  melatari cerita itu, dan benakku bernyanyi bersama ingatanku.  Ingatan pada cerita yang berakhir dengan drama yang ironis.  Begitu sedih hingga mataku terasa panas dan berair karena mengingatnya.

Kau tau, rasa rindu kadang terasa amat menyiksa hingga kau ingin menangis saat merasakannya.  Menyentuh bibirmu yang membisikkan namanya dan hatimu berteriak berulang-ulang "I miss you!!!" 
Mungkin hal ini tidak akan membantu, tapi aku tetap melakukannya.  Bukan untuk meredakan rasa ini, tapi karena hanya itu yang bisa kulakukan.

Kuharap hembusan angin akan menutup kembali halaman itu.  Karena aku takkan sanggup melakukannya.  Tidak akan pernah dengan namamu yang masih tercetak jelas di dalamnya.

~J

No comments:

Post a Comment

Dompet Untuk Ibu

  Ratih kecil berlari kencang sekencang-kencangnya. Sesekali Ia menengok ke belakang sambil memegang dadanya. Merasakan jantungnya yang berd...